Kamis, 28 Mei 2015

Pemanfaat senyawa hidrokarbon di bidang pertanian



Bahan kimia digunakan di bidang pertanian, seperti pada
pupuk dan pestisida. Pupuk digunakan untuk menyuburkan
tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik, sedangkan
pestisida digunakan untuk mencegah dan membasmi hama
tanaman.
a. Senyawa hidrokarbon dalam Pupuk
Tahukah kamu unsur hara apa saja yang dibutuhkan tanaman
untuk tumbuh dengan subur? Ada sekitar 16 unsur hara yang
diperlukan oleh tumbuhan agar dapat tumbuh dengan subur.
Unsur hara tersebut antara lain unsur karbon (C), hidrogen
(H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium
(Ca), magnesium (Mg), dan belerang (S). Jumlah unsur hara
yang tersedia di alam terbatas. Oleh karena itu, para petani
membutuhkan unsur hara tambahan yang dapat diperoleh
dari pupuk. Ada dua jenis pupuk yang saat ini digunakan,
yaitu pupuk alami dan pupuk buatan.
Pupuk alami adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan
alam, seperti dari tumbuhan dan hewan. Contoh pupuk
alami, yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos. Pupuk
kandang adalah pupuk yang diperoleh dari kotoran hewan
ternak, seperti kotoran ayam dan kambing. Bahan kimia
yang banyak terdapat dalam pupuk kandang di antaranya
nitrogen, fosfor, dan kalium. Adapun pupuk kompos adalah
pupuk yang diperoleh dari daun-daun yang telah ditimbun
dalam tanah dan dicampur dengan kotoran hewan. Saat ini
pupuk kompos banyak digunakan untuk menyuburkan
tanaman-tanaman hias dalam pot.
Pupuk buatan adalah pupuk yang diperoleh dari hasil olahan
industri pupuk. Berikut adalah jenis pupuk buatan.
1) Pupuk yang mengandung unsur nitrogen (N)
Contoh:
- Urea, rumus kimianya (NH2)2CO
- ZA (zwavelsure ammonia), rumus kimianya (NH4)2SO4
Manfaat unsur hara nitrogen bagi tanaman adalah sebagai
berikut.
a) Membuat bagian tanaman menjadi lebih hijau segar
karena banyak mengandung butir hijau daun yang
penting dalam proses fotosintesa.
b) Mempercepat pertumbuhan.
c) Menambah kandungan protein hasil panen.
2) Pupuk yang mengandung fosfor (P) dan kalsium (Ca)
Contoh:
- TSP (Triple Superphosphat), rumus kimianya
Ca3(PO4)2
- SP (Superphosphat), rumusnya Ca(H2PO4)
Fosfor berguna dalam pertumbuhan akar dan
pemasakan buah. Kekurangan unsur fosfor
menyebabkan tanaman kerdil.
3) Pupuk yang mengandung unsur kalium (K)
Contoh: KCl (kalium klorida)
Fungsi kalium adalah membantu pembentukan jaringan
tubuh tanaman sehingga meningkatkan daya tahan
tanaman terhadap penyakit. Kalium juga membantu
tanaman bertahan pada cuaca panas dan hujan.
Selain unsur-unsur di atas, tanaman juga memerlukan
unsur-unsur lain meskipun dalam jumlah sedikit, antara lain
mangan (Mn), zink (Zn), dan kobalt (Co).
b. Senyawa hidrokarbon dalam Pestisida
Apakah pestisida itu? Pestisida adalah bahan-bahan racun
yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang
mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang
diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Pestisida
berasal dari kata pest dan cide. Pest berarti hama, sedangkan
cide berarti membunuh. Makhluk hidup yang biasanya
mengganggu tanaman, antara lain ulat, wereng, tikus, jamur,
dan gulma.
Pestisida merupakan bahan racun, maka penggunaanya
perlu kehati-hatian. Penyemprotan pestisida perlu memperhatikan
keamanan operator (orang yang menyemprotkan
pestisida), bahan yang diberi pestisida, dan lingkungan
sekitarnya.
Penggolongan pestisida berdasarkan target sasarannya
adalah sebagai berikut.
1) Insektisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh
serangga (insekta).
2) Fungisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh
cendawan atau jamur.
3) Herbisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh
gulma atau tumbuhan pengganggu.
4) Akarisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh
tungau dan caplak (acarina).
5) Rodentisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh
binatang pengerat, seperti tikus.
6) Nematisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh
nematoda.
Adapun penggolongan pestisida berdasarkan asal dan sifat
kimianya adalah sebagai berikut.
1) Pestisida sintetik
Pestisida sintetik terdiri atas pestisida anorganik dan
organik. Pestisida anorganik terdiri atas garam-garam
beracun, seperti arsenat, fluorida, tembaga sulfat, dan
garam merkuri. Adapun pestisida organik antara lain
organoklorin, heterosiklik, organofosfat, karbamat,
dinitrofenol, thiosianat, dan sulfonat.
2) Pestisida hasil alam, seperti nikotinoida, piretroida, dan
rotenoida.
Bagaimana insektisida dapat masuk ke tubuh serangga? Cara
insektisida masuk ke dalam tubuh serangga, antara lain:
1) melalui dinding badan/kulit,
2) melalui mulut dan saluran makanan (racun perut),
3) melalui jalan napas (spirakel) misalnya dengan fumigan.
Bagaimana cara memilih pestisida yang baik? Pestisida yang
baik adalah pestisida yang memiliki daya mematikan hama
yang tinggi dan aman terhadap manusia terutama operator,
juga hewan ternak dan komponen lingkungan lainnya.
Salah satu jenis insektisida yang pernah digunakan adalah
DDT. DDT atau Dichloro Diphenyl Trichloroethane adalah
insektisida yang pertama kali digunakan secara luas dalam
penanggulangan berbagai penyakit yang ditularkan oleh
serangga. Akan tetapi, saat ini penggunaan DDT telah
dilarang. Molekul DDT merupakan molekul sangat stabil
dan tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme di dalam
lingkungan. Perhatikan struktur DDT di samping.
Efek keracunan kronis DDT adalah kerusakan sel-sel hati,
ginjal, sistem saraf, sistem imunitas, dan sistem reproduksi.
Efek keracunan kronis pada unggas sangat jelas antara lain
terjadinya penipisan cangkang telur.
Departeman Pertanian RI telah melarang penggunaan DDT
di bidang pertanian sedangkan larangan penggunaan DDT
di bidang kesehatan dilakukan pada tahun 1995.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar