Bahan kimia digunakan
di bidang pertanian, seperti pada
pupuk dan pestisida.
Pupuk digunakan untuk menyuburkan
tanah sehingga
tanaman dapat tumbuh dengan baik, sedangkan
pestisida digunakan
untuk mencegah dan membasmi hama
tanaman.
a.
Senyawa hidrokarbon dalam Pupuk
Tahukah kamu unsur
hara apa saja yang dibutuhkan tanaman
untuk tumbuh dengan
subur? Ada sekitar 16 unsur hara yang
diperlukan oleh
tumbuhan agar dapat tumbuh dengan subur.
Unsur hara tersebut
antara lain unsur karbon (C), hidrogen
(H), oksigen (O),
nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium
(Ca), magnesium (Mg),
dan belerang (S). Jumlah unsur hara
yang tersedia di alam
terbatas. Oleh karena itu, para petani
membutuhkan unsur
hara tambahan yang dapat diperoleh
dari pupuk. Ada dua
jenis pupuk yang saat ini digunakan,
yaitu pupuk alami dan
pupuk buatan.
Pupuk alami adalah
pupuk yang terbuat dari bahan-bahan
alam, seperti dari
tumbuhan dan hewan. Contoh pupuk
alami, yaitu pupuk
kandang dan pupuk kompos. Pupuk
kandang adalah pupuk
yang diperoleh dari kotoran hewan
ternak, seperti
kotoran ayam dan kambing. Bahan kimia
yang banyak terdapat
dalam pupuk kandang di antaranya
nitrogen, fosfor, dan
kalium. Adapun pupuk kompos adalah
pupuk yang diperoleh
dari daun-daun yang telah ditimbun
dalam tanah dan
dicampur dengan kotoran hewan. Saat ini
pupuk kompos banyak
digunakan untuk menyuburkan
tanaman-tanaman hias
dalam pot.
Pupuk buatan adalah
pupuk yang diperoleh dari hasil olahan
industri pupuk.
Berikut adalah jenis pupuk buatan.
1) Pupuk yang
mengandung unsur nitrogen (N)
Contoh:
- Urea, rumus
kimianya (NH2)2CO
- ZA (zwavelsure
ammonia), rumus kimianya (NH4)2SO4
Manfaat unsur hara
nitrogen bagi tanaman adalah sebagai
berikut.
a) Membuat bagian
tanaman menjadi lebih hijau segar
karena banyak
mengandung butir hijau daun yang
penting dalam proses
fotosintesa.
b) Mempercepat
pertumbuhan.
c) Menambah kandungan
protein hasil panen.
2) Pupuk yang
mengandung fosfor (P) dan kalsium (Ca)
Contoh:
- TSP (Triple Superphosphat),
rumus kimianya
Ca3(PO4)2
- SP (Superphosphat),
rumusnya Ca(H2PO4)
Fosfor berguna dalam
pertumbuhan akar dan
pemasakan buah.
Kekurangan unsur fosfor
menyebabkan tanaman
kerdil.
3) Pupuk yang
mengandung unsur kalium (K)
Contoh: KCl (kalium
klorida)
Fungsi kalium adalah
membantu pembentukan jaringan
tubuh tanaman
sehingga meningkatkan daya tahan
tanaman terhadap
penyakit. Kalium juga membantu
tanaman bertahan pada
cuaca panas dan hujan.
Selain unsur-unsur di
atas, tanaman juga memerlukan
unsur-unsur lain
meskipun dalam jumlah sedikit, antara lain
mangan (Mn), zink
(Zn), dan kobalt (Co).
b.
Senyawa hidrokarbon dalam Pestisida
Apakah pestisida itu?
Pestisida adalah bahan-bahan racun
yang digunakan untuk
membunuh makhluk hidup yang
mengganggu tumbuhan,
ternak dan sebagainya yang
diusahakan manusia
untuk kesejahteraan hidupnya. Pestisida
berasal dari kata pest
dan cide. Pest berarti hama, sedangkan
cide
berarti
membunuh. Makhluk hidup yang biasanya
mengganggu tanaman,
antara lain ulat, wereng, tikus, jamur,
dan gulma.
Pestisida merupakan
bahan racun, maka penggunaanya
perlu kehati-hatian.
Penyemprotan pestisida perlu memperhatikan
keamanan operator
(orang yang menyemprotkan
pestisida), bahan
yang diberi pestisida, dan lingkungan
sekitarnya.
Penggolongan
pestisida berdasarkan target sasarannya
adalah sebagai
berikut.
1) Insektisida,
pestisida yang digunakan untuk membunuh
serangga (insekta).
2) Fungisida,
pestisida yang digunakan untuk membunuh
cendawan atau jamur.
3) Herbisida,
pestisida yang digunakan untuk membunuh
gulma atau tumbuhan
pengganggu.
4) Akarisida,
pestisida yang digunakan untuk membunuh
tungau dan caplak
(acarina).
5) Rodentisida,
pestisida yang digunakan untuk membunuh
binatang pengerat,
seperti tikus.
6) Nematisida, pestisida
yang digunakan untuk membunuh
nematoda.
Adapun penggolongan
pestisida berdasarkan asal dan sifat
kimianya adalah
sebagai berikut.
1) Pestisida sintetik
Pestisida sintetik
terdiri atas pestisida anorganik dan
organik. Pestisida
anorganik terdiri atas garam-garam
beracun, seperti
arsenat, fluorida, tembaga sulfat, dan
garam merkuri. Adapun
pestisida organik antara lain
organoklorin,
heterosiklik, organofosfat, karbamat,
dinitrofenol,
thiosianat, dan sulfonat.
2) Pestisida hasil
alam, seperti nikotinoida, piretroida, dan
rotenoida.
Bagaimana insektisida
dapat masuk ke tubuh serangga? Cara
insektisida masuk ke
dalam tubuh serangga, antara lain:
1) melalui dinding
badan/kulit,
2) melalui mulut dan
saluran makanan (racun perut),
3) melalui jalan
napas (spirakel) misalnya dengan fumigan.
Bagaimana cara
memilih pestisida yang baik? Pestisida yang
baik adalah pestisida
yang memiliki daya mematikan hama
yang tinggi dan aman
terhadap manusia terutama operator,
juga hewan ternak dan
komponen lingkungan lainnya.
Salah satu jenis
insektisida yang pernah digunakan adalah
DDT. DDT atau Dichloro
Diphenyl Trichloroethane adalah
insektisida yang
pertama kali digunakan secara luas dalam
penanggulangan
berbagai penyakit yang ditularkan oleh
serangga. Akan
tetapi, saat ini penggunaan DDT telah
dilarang. Molekul DDT
merupakan molekul sangat stabil
dan tidak dapat
diuraikan oleh mikroorganisme di dalam
lingkungan.
Perhatikan struktur DDT di samping.
Efek keracunan kronis
DDT adalah kerusakan sel-sel hati,
ginjal, sistem saraf,
sistem imunitas, dan sistem reproduksi.
Efek keracunan kronis
pada unggas sangat jelas antara lain
terjadinya penipisan
cangkang telur.
Departeman Pertanian
RI telah melarang penggunaan DDT
di bidang pertanian
sedangkan larangan penggunaan DDT
di bidang kesehatan
dilakukan pada tahun 1995.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar